Header Ads

Kumpulan Nasehat Abu Bakar As-Shiddiq RA




“Kecerdasan yang paling tinggi adalah ketakwaan, sebodoh-bodohnnya suatu kebodohan adalah tindakan maksiat, kejujuran yang paling utama adalah sikap amanah, dan sedusta-sedustanya suatu kedustaan adalah sikap khianat”.



“Akhir dari suatu masalah hanya layak untuk dikerjakan bila awal dari masalah itu juga layak untuk dikerjakan. Karena masalah seperti ini hanya bisa ditanggung oleh orang yang paling utama derajatnya dan yang paling bisa mengendalikan dirinya di antara kalian”.


“Seseorang yang terjangkiti rasa bangga diri (‘ujub) atas kekayaan dunia yang dimilikinya, maka Allah Swt akan murka padanya hingga orang itu ditinggal oleh kekayaan itu”.


“Wahai kaum muslimin, milikilah sifat malu pada Allah. Demi dzat yang diiriku berada dalam genggaman-Nya. Sungguh ketika aku pergi ke lapangan untuk buang hajat, aku tertunduk dan merasa sangat malu pada Tuhanku Azza wa Jalla.


“Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah sebatang pohon yang digigit lalu dimakan.”


Suatu saat beliau memegang tepi lidahnya dan berkata “inilah yang akan mengantarkanku mendapat malapetaka.”


Ada sekelompok orang yang menawarkan jasa untuk mengambilkan tali kekangan untanya, mereka berkata “mengapa anda tidak menyuruh kami saja”. Beliau menjawab, “Rasulullah SAW memerintahkan aku untuk tidak meminta apa pun kepada orang lain.”


Sumber : Kitab al-Thabaqat al-Kubra (Lawaqih al-Anwar fi Thabaqat al-Akhyar) karya 'Abdul Wahhab al-Sya'rani. 


No comments

Powered by Blogger.