Header Ads

Makam Habib Syekh bin Abu Bakar bin Yahya


Muslimcirebon.com : Sebagian besar orang Cirebon (wilayah III) akan lebih mengenal kemasyhuran nama Kang Ayip (Habib Muhammad) dibandingkan nama ayahnya Habib Syekh. Ini sangat wajar karena sebagai dari kita tidak bersentuhan dengan langsung dengan kelembutan dakwahnya.  

Habib Syekh pada zamannya adalah tokoh yang sangat masyhur dalam jaringan ulama wilayah III Cirebon. Ini terlihat dari jumlah dan intensitas tamu yang datang  di rumah beliau sangatlah banyak. Terlebih setelah beliau, pulang dari berhaji, menikah  dan menetap di pusat kota (Jagasatru).   

Penting untuk diketahui, berhaji pada masa lampau, bukan hanya aktivitas beribadah haji semata. Melainkan juga menuntut ilmu. Dan Habib Syekh adalah salah satu ulama yang melakukan hal itu. Sama seperti  pendiri NU (KH. Hasyim Asyari) dan Muhammadiyah (KH. Ahmad Dahlan). 

Salah satu kelebihan yang Allah anugrahkan dan tercatat secara jelas dalam buku sejarah adalah beliau mendapatkan anugerah “kesabaran” yang sangat “luar biasa”, yang jika musibah dialami oleh umat Islam era modern kemungkinan tidak akan sanggup (kecuali mendapatkan anugerah yang sama dari Allah).

Adalah kematian putra-putrinya secara berurutan, lebih dari lima kali. Cobaan dari Allah tersebut berhenti, dan lahir putra tertua dan terbaiknya “Habib Muhammad” (Kang Ayip Muh). 

Ratib al-Haddad

Hal lain yang tidak boleh dilupakan tentang Habib Syekh adalah Kitab Ratib Al-Haddad. Karya yang beliau tulis ini sangat istimewa bagi pembacanya dan berbeda dengan kitab ratib serupa lainnya.

Dari mulai sampul kitab sampai akhir kitab, pengamal Ratib  Al-Haddad sangat dimudahkan dengan berbagai keterangan. Terlebih siapapun yang membaca kitabnya, secara otomatis telah mendapatkan ijazah dari beliau.

Makam Sang Habib

Beliau wafat pada tahun 1964. Saat itu Cirebon berduka, aliran air mata pecinta Habib Syekh tidak bisa dibendung. Beliau dimakamkan di pemakaman umam Jabang Bayi Kota Cirebon.
Sekarang makam beliau tidak sendiri, berdampingan dengan istri dan putra-purtri terbaiknya.

Makam beliau tidak dibuat megah seperti ulama besar lainnya. Bahkan terlihat sangat sederhana, tetapi jika dibandingkan dengan makam-makam lain di komplek pemakaman tersebut, ternyata makam Habib Syekh dan putra-putri beliau sangat khas, mudah dikenali oleh peziarah.
Setiap harinya, peziarah datang bergantian. Dan akan bertambah jumlahnya ketika datang bulan maulid nabi dan haul beliau.  


Sumber: berbagai sumber


No comments

Powered by Blogger.